Kinerja Sperma

0 komentar





Peneliti berhasil mengungkap metode berenang sperma.
Temuan ini, menurut peneliti dari University of California di San Francisco, Amerika, bisa memicu pengembangan kontrasepsi untuk laki-laki.

Menurut peneliti, pori-pori kecil di permukaan sperma memungkinkan sperma mengubah pH di dalamnya.
Perubahan pH ini selanjutnya akan memicu gerakan sprema.
Cara kerja ini, terang peneliti, bisa menjelaskan pengaruh ganja terhadap ketidaksuburan lelaki.


Keterbatasan Pendorong

Menurut peneliti, sperma belum mulai berenang saat ejakulasi.
Sperma masih kekurangan pendorong dan harus menunggu jarak yang lebih dekat ke indung telur.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa tingkat aktivitas sperma dipengaruhi oleh pH internal, tingkat asam atau basa di dalam sperma.
Akan tetapi, sebelumnya tidak ditemukan metode yang bisa mengubah pH di saat yang tepat.

Untuk meningkatkan pH dan menjadi basa, sperma perlu membuang listrik positif (proton).
Dan peneliti dari Amerika Serikat telah menemukan bahwa sperma bisa membuang sperma melalui pori-pori di permukaannya.

"Konsentrasi proton di dalam sel sperma 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan di luar sperma," terang pemimpin studi Dr Yuriy Kirichok, seperti dikutip situs bbc.com.

Jika pori-pori dibuka, lanjut Kirichok, proton akan keluar.
"Kami sudah mengenali molekul yang membuat proton keluar."

Pori-pori yang dikenal dengan Hva proton channel ini, terang Kirichok lagi, pada prinsipnya akan terbuka pada saat yang tepat.
Pori-pori ini merespon substansi yang dikenal dengan anandamide. Komponen ini ada di saluran reproduksi perempuan, khususnya dalam konsentrasi tinggi di sekitar indung telur.

Teori Ganja

Anandamide merupakan endocannabinoid, komponen alami yang bisa memengaruhi saraf.
Tapi, ada kemungkinan bahwa cannabinoid yang terkandung di dalam ganja bisa meniru efek tersebut.
Hal ini menjelaskan mengapa penggunaan ganja berkaitan dengan masalah ketidaksuburan pada laki-laki.

"Ganja terlalu cepat mengaktifkan sprema, sehingga membuat sperma kelelahan selama berjam-jam."

Temuan ini, menurut Kirichok, bisa medorong lahirnya obat yang menghambat pelepasan proton, sehingga sperma tidak bisa berenang.

"Pelepasan proton sangat penting dalam proses pembuahan.
Dengan mengetahui cara kerja ini, kita bisa menghambat proses aktivasi dan pembuahan.
Metode penghambatan ini bisa menjadi kontrasepsi laki-laki."

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung yang Baik adalah Selalu meninggalkan Komentar dengan Baik dan Sopan :D