Pembunuhan Kejam terhadap Anjing liar di Bali

5 komentar





Gubernur Bali berusaha untuk memberantas rabies di Bali dengan cara pembunuhan masal terhadap anjing liar. Pembunuhan dilakukan dengan cara menembakan suntikan Strychnine kepada anjing-anjing liar tersebut.

Strychnine menyebabkan keracunan dengan gejala kejang-kejang di leher dan kepala. Kemudian kejang-kejang akan menyebar keseluruh otot tubuh dan menciptakan rasa sakit yang luar biasa. Orang atau binatang yang keracunan Strychnine biasanya baru akan mati menderita setelah 5-10 menit

Pembunuhan masal terhadap anjing liar di Bali dikecam dunia. Menurut seorang ahli rabies yang juga aktvis hewan, pembunuhan masal terhadap anjing tidak akan efektif untuk mengurangi rabies, malah akan menyebabkan masalah lain. Seperti munculnya banyak tikus karena kekurangan anjing sebagai predator. Untuk mengurangi rabies, perlu diadakan penyuntikan anti rabies, yang secara biaya lebih murah untuk dilakukan

5 komentar:

  1. Anonim Says:

    wah keterlaluan....
    hewan juga makhluk hidup...
    layak hidup seperti manusia....
    jgn seenaknya membunuh ciptaan yg kuasa....
    iya kalo anjing itu rabies??
    kalo tidak....
    GUBERNUR BALI KETERLALUAN....
    BIADAB!!!

  1. Anonim Says:

    Ya, kalo Bali membunuh anjing, di kecam duni
    Tapi kalo israel yang menyerang kapal perdamaian ke Palestina, dunia nggak ada bereaksi...

    Sepertinya lebih berarti anjing dari pada manusia...

    ck...ck...ck...

  1. Anonim Says:

    wakk anjing koq makan tikus?
    baru denger ^_^
    aku sih setuju pembrantasan anjing rabies..
    daripada masyarakat yg kena rabies
    ntar demo lagi bilang pemerintah tidak memperhatikan lingkungan

  1. Sri Lestari Says:

    Sadis.......keputusan gubernur bali hanya berdasarkan kepanikan saja tanpa mempertimbangkan segala aspek

  1. Anonim Says:

    kejam..

Poskan Komentar

Pengunjung yang Baik adalah Selalu meninggalkan Komentar dengan Baik dan Sopan :D